Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Waspada Lonjakan Kolesterol di Hari Raya Idul Fitri Tahun 2025 Bisa Menyebabkan Stroke

Waspada Lonjakan Kolesterol di Hari Raya Idul Fitri Tahun 2025 Bisa Menyebabkan Stroke

 Oleh :

Prima Trisna Aji

Dosen prodi Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang

 


Surakarta – Hari Raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan yang dirayakan oleh seluruh umat Muslim diseluruh Dunia. Setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan selama 30 hari penuh, kini umat muslim bertemu dengan Hari Raya yang di idamkan oleh seluruh umat muslim. Pada Hari Raya Idul Fitri pada pagi hari dilaksanakan Sholat Idul Fitri dengan Sholat 2 rakaat kemudian dilanjutkan dengan khotbah Idul Fitri.

Di Negara Indonesia sendiri memiliki tradisi yaitu setelah melaksanakan Sholat Idul Fitri dilanjut dengan berkeliling ke seluruh tetangga hingga seluruh keluarga besar. Tradisi dimana setiap rumah dihidangkan berbagai jenis makanan dan snack, membuat setiap orang yang melakukan tradisi sungkeman keliling ke rumah-rumah, mau tak mau harus mencicipi makanan yang sudah dihidangkan dari tuan rumah. Dari makanan yang tinggi gula, tinggi kolesterol hingga makanan yang memiliki tinggi purin serta tinggi santan.

Hal ini tentunya akan membuat lonjakan terutama pada kolesterol menjadi meningkat, belum lagi tradisi Jawa yang setiap rumah memiliki tradisi memasak Opor Ayam, Bebek dan Opor Angsa. Perlu diketahui bahwa Opor serta daging bebek merupakan makanan yang memiliki santan serta kolesterol yang sangat tinggi. Berdasarkan dari data Ahli Gizi tahun 2024 daging Bebek mengandung sekitar 80 mg kolesterol per 100 gram. Kandungan kolesterol ini lebih tinggi dibandingkan daging ayam yang hanya mengandung sekitar 60 mg kolesterol per 100 gram.

Apabila terlalu banyak mengkonsumsi daging Bebek dicampur dengan santan yang tinggi maka akan bisa mengakibatkan lonjakan kolesterol jahat pada manusia. Kolesterol sendiri merupakan jenis lemak yang terdapat dalam darah dan sel-sel tubuh. Perlu diketahui bahwa kolesterol dibagi menjadi dua jenis, yaitu kolesterol baik yang biasa disebut dengan (high-density lipoprotein atau HDL) dan kolesterol jahat (low-density lipoprotein atau LDL). Suatu tubuh akan bermasalah apabila nilai ambang batas kolesterol diatas normal, Kadar kolesterol total yang normal untuk orang dewasa adalah di bawah 200 mg/dL, dengan kadar LDL (Kolesterol Jahat) di bawah 100 mg/dL dan HDL (kolesterol baik) di atas 60 mg/dL.

Mengutip dari Dokter RS di Gresik dr Heri Munajib, SpN menyampaikan bahwa pasca bulan Ramadan memasuki Bulan Syawal kebiasan warga Kabupaten Gresik melakukan unjung-unjung untuk bersilaturahmi. Setelah Hari Raya lebaran, kasus stroke terjadi peningkatan karena banyak yang menganggap bahwa Lebaran merupakan ajang “balas dendam” dimana setelah selama satu bulan tidak bisa makan setiap waktu tetapi setelah lebaran bisa melampiaskan Hasrat untuk makan sebebasnya. Kebanyakan dihari lebaran banyak orang yang mengkonsumsi makanan yang tinggi purin, lemak, kolesterol, dan gula sehingga menyebabkan peningkatan gula dan tensi darah sehingga terjadi Hipertensi.  Stroke dapat terjadi jika pembuluh darah pecah karena tensi yang meningkat tanpa disadari.

Stroke sendiri merupakan penyakit yang mengancam jiwa karena apabila terjadi serangan stroke, setiap menit sebanyak 1,9 juta sel otak dapat mati. Di seluruh dunia, stroke adalah penyebab utama kematian dan disabilitas nomor dua. Di Indonesia, stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian, menyumbang 18,5% dari kematian total dan 11,2% dari kecacatan total.

Data dari Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa tingkat prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 orang. Stroke juga merupakan salah satu penyakit yang paling membahayakan, menghasilkan pembiayaan tertinggi ketiga setelah kanker dan penyakit jantung, mencapai 5,2 triliun rupiah pada tahun 2023.

Salah satu penyebab Stroke pada hari raya Idul Fitri adalah terlalu banyak mengkonsumsi makanan tinggi santan serta makanan tinggi kolesterol. Makanan menjadi faktor utama timbulnya penyakit-penyakit tersebut karena umumnya hidangan yang disuguhkan ketika Lebaran banyak mengandung santan dan sering dihangatkan. Pemanasan berulang ini mengubah lemak jenuh, yang menyebabkan peningkatan kolesterol.  Selain itu, makanan yang tersedia biasanya mengandung banyak bumbu, yang biasanya asin.  Selain itu, kue-kue manis dan berbagai hidangan gurih meningkatkan gula darah dan konsumsi garam.

Kadar lemak jahat (LDL) dalam darah dapat meningkat sebagai akibat dari konsumsi santan yang tidak terkontrol.  Seseorang dapat mengalami komplikasi yang lebih serius, seperti penyakit jantung koroner (PJK) atau bahkan stroke, jika kondisi ini tidak diobati dan dibiarkan terus-menerus. Konsumsi gula berlebihan juga dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah, yang pada gilirannya dapat menyebabkan penyakit diabetes melitus.

Kasus terbaru terjadi setelah Idul Fitri 2023.  Setelah bersepeda di bawah sinar matahari selama liburan, Muhamad Syamil Aqil, seorang remaja berusia 11 tahun, meninggal akibat dehidrasi dan heat stroke.  Ia meninggal dunia di Klinik Kesehatan Balai di dekat Bachok, Kelantan, Malaysia. Kemudian kasus yang terjadi di desa Sekaran Wonosari Klaten dimana seorang nenek yang terkena Stroke ketika merayakan Idul Fitri kemudian masuk Rumah Sakit karena serangan Stroke dan 3 hari setelahnya meninggal dunia. Setelah ditelusur ternyata sang nenek terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak serta makan Tape terlalu banyak.

Kasus yang lain adalah tingginya data lonjakan pasien yang didiagnosa Stroke dan Diabetes Mellitus usai Hari Raya Idul Fitri dibeberapa Rumah Sakit di Indonesia. Prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 penduduk, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023.Dimana Stroke merupakan penyebab disabilitas nomor satu dan penyebab kematian nomor tiga di dunia setelah penyakit jantung.

Salah satu cara untuk mengurangi risiko stroke dan hipertensi selama hari raya Idul Fitri adalah dengan menghindari makanan dan minuman yang tinggi kalori dan gula berlebihan. Makanan dan minuman seperti opor, rendang, es cendol, dan es boba adalah contoh makanan yang dapat menyebabkan stroke.  Kemudian diimbangi dengan olahraga secara teratur untuk membuat Anda merasa nyaman dan tidak stres, menjaga berat badan ideal, dan makan makanan yang kaya akan nutrisi, seperti buah dan sayur, dengan mengurangi konsumsi makanan yang tinggi lemak, natrium, dan kolesterol.  Kemudian jangan merokok dan tidur 7–8 jam sehari.

Selanjutnya adalah bisa mengenal lebih dini dari serangan stroke, panduannya menggunakan slogan Kementerian Kesehatan yaitu "SEGERA" ke Rumah Sakit, yang berarti apabila terjadi tanda gejala senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, kesulitan menelan air minum secara tiba-tiba, dan gerak separuh anggota tubuh yang melemah.  Kemudian, bicara pelo, tiba-tiba tidak dapat bicara, tidak mengerti kata-kata, bicara tidak nyambung, kebas atau baal, kesemutan separuh tubuh, rabun, pandangan satu mata kabur yang terjadi tiba-tiba, sakit kepala hebat yang tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan keseimbangan seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi seperti tremor, gemetar, dan sempoyongan.

Karena setiap detik sangat penting, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit yang memiliki Dokter Spesialis Neurologi Saraf.  Selama periode emas, atau 4,5 jam, stroke dapat ditangani dengan cepat, mengurangi risiko kematian dan kecacatan.  Saran selanjutnya adalah jangan menunda untuk pergi ke rumah sakit dengan harapan gejala akan sembuh sendiri.  Pasien yang mengalami stroke harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mencegah kematian jaringan yang terlalu luas dan menyelamatkan bagian otak yang belum mati.

 

Penulis :

Prima Trisna Aji

Dosen prodi Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang

 

1 komentar untuk "Waspada Lonjakan Kolesterol di Hari Raya Idul Fitri Tahun 2025 Bisa Menyebabkan Stroke"

  1. Wowwwww. Terima kasih sudah mengingatkan. Karena kesehatan adalah kekayaan yang utama

    BalasHapus
Kami menerima Kiriman Tulisan dari pembaca, Kirim naskah ke dengan subjek sesuai nama rubrik ke https://wa.me/+6282388859812 klik untuk langsung terhubung ke Whatsapp Kami.